Article: Korut, Sang Penjaga Rahasia

KOREA Utara (Korut) sekali lagi membuktikan betapa mereka pandai menyimpan rahasia. Kematian pemimpin mereka, Kim Jong-il, yang terjadi pada Sabtu (17/12) mampu mereka simpan rapat-rapat. Mereka baru mengumumkan kabar duka itu dua hari setelahnya.

Empat jam setelah Kim meninggal, Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak meninggalkan Seoul untuk melakukan kunjungan resmi ke Jepang. Saat itu, baik Seoul atau pun Tokyo—bahkan Washington—tidak mengetahui kabar yang mengejutkan itu.

Pengumuman meninggalkan Kim pada hari Senin (20/12) lalu langsung menghebohkan pemerintahan di seluruh dunia dan menyebabkan kawasan itu ke ketidakpastian stabilitas negara yang tak bisa diprediksi yang sedang berusaha membangun gudang senjata nuklir itu.

Lee, yang menggelar perundingan dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, kembali ke Seoul pada Minggu (18/12) siang dan tampaknya belum mengetahui kabar meninggalmya Kim. Kalau Amerika Serikat (AS) sudah tahu telebih dahulu, mereka kemungkinan bakal memberitahu Korsel dan Jepang, sekutu terdekat mereka di Asia.

“Tampaknya semua orang baru tahu kematian Kim Jong-il setelah (pengumuman) itu,” papar Kim Jin-pyo, kepala komisi intelijen parlemen Korsel setelah berdiskusi dengan pejabat Layanan Intelijen Nasional (NIS) Korsel, dikutip Reuters. “AS, Jepang dan Rusia tahu setelah pengumuman Korut.”

Korsel langsung menyiagakan tentaranya dalam kondisi darurat setelah pengumuman kematian Kim. Jepang memaparkan dipersiapkan untuk perkembangan “yang tak diperkirakan.”

Menurut kantor berita Yonhap, lembaga mata-mata utama dan kementerian pertahanan Korsel benar-benar tidak tahu apa-apa sampai mereka melihat pengumuman kematian Kim itu di televisi.

Negara lain juga mengalami nasib serupa.

“Kami tahu dia punya risiko meningkat terkait penyakit jantungnya saat ini, tapi jelas, tidak ada satu orang pun yang benar-benar tahu kapan sesuatu seperti ini akan terjadi,” papar seorang pejabat AS yang menolak disebutkan identitasnya.

“Tak ada satu orang pun yang masuk pengawasan daftar kematian,” papar Ralph Cossa, presiden lembaga think tank AS Pacific Forum CSIS. “Kalau ada orang yang merasa punya telinga yang bagus di Korea Utara, maka sumber itu tidak benar-benar bagus.”

Pintarnya Korut menutupi kabar kematian itu memang cukup mengejutkan. Satelit, mata-mata elektronik sampai agen intelijen yang disebarkan dan dioperasikan agen mata-mata Barat dari sekutu Asia mereka dengan akses besar untuk mencari tahu apa yang terjadi di negara terisolasi itu tampaknya tak mempan menembus rapatnya penjagaan informasi mengenai kondisi Kim Jong-il.

Memang ada intel manusia, tapi jelas, mereka tidak mampu menembus barisan rapat di sekeliling diktator itu.

“Memang ada segala macam intel manusia di semua level di Korut,” ujar Cossa. “Tapi, jelasnya, lingkaran dalam tidak bisa ditembus. Korut memang sangat rapi dalam menyimpan rahasia. Mungkin mereka punya prosedur yang diberlakukan saat itu.”

Ketika pendiri Korut, Kim Il-sung, meninggal pada 8 Juli 1994, negara itu menyimpan kabar kematian itu rapat-rapat sampai lebih dari satu hari, tepatnya 30 jam setelah Kim senior itu meninggal karena serangan jantung.

Beberapa laporan menyebutkan satu-satunya sekutu Korut, China, mungkin sudah diberitahu soal kematian Kim, tapi mereka tidak menyebarkan informasi itu. “Ada yang akan berasumsi bahwa China adalah yang pertama diberitahu,” papar Cossa. “Di sisi lain, dengan Korut, tidak ada hal seperti asumsi aman sekalipun.”

Photo Courtesy: REUTERS/KCNA/Files
The printed version of this article is published on Wednesday, December 21, 2011

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s