Article: Kim Jong-ul, Pewaris Penuh Teka Teki

PUTRA ketiga Kim Jong-il, Kim Jong-un, dipastikan menggantikan posisi sang ayah yang mangkat pada 17 Desember lalu akibat serangan jantung sebagai pemimpin Korea Utara (Korut). Seperti apa sosok dan kepribadiannya masih menjadi tanda tanya.

Tak banyak yang diketahui dari sosok pemuda yang baru berusia sekitar akhir 20an tahun itu. Yang jelas, Jong-un, generasi ketiga kepemimpinan Korut, dipandang lebih dari sebuah enigma ketimbang sang ayah.

Nama Jong-un mulai mencuat ke media pada sekitar tahun 2008, ketika Kim Jong-il mengalami stroke. Saat itu, spekulasi tentang kondisi Sang Dear Leader—julukan Kim Jong-il—mencuatkan rumor mengenai suksesi. Kim memiliki tiga putra dari tiga pernikahannya. Fokus awal membidik kakak tiri Jong-un, Kim Jong-nam, dan kakak kandung Jong-un, Kim Jong-chol.

Di tengah-tengah prediksi itulah, spekulasi bahwa Jong-un, putra bungsu Kim Jong-il, sedang dipersiapkan sebagai pengganti muncul pada Januari 2009. Spekulasi ini mencuat setelah kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap melaporkan Kim Jong-il memilih pria yang lahir pada 1983 atau awal 1984 itu sebagai pewaris.

Spekulasi ini lantas terbukti. Jong-un benar-benar dipilih sebagai pengganti ayahnya. Perannya dalam pemerintahan kian dipertegas setelah pada September 2010, dia diangkat sebagai jenderal bintang empat dan diberikan posisi senior di partai berkuasa, meskipun dia kurang pengalaman di bidang militer. Sejak saat itu, Jong-un selalu terlihat mendampingi ayahnya dan disebut terlibat dalam urusan negara secara aktif.

Kemarin, setelah kabar meninggalnya Kim Jong-il diumumkan secara resmi, media resmi Korut meminta rakyat negara itu untuk mengikuti Jong-un.

Jauh sebelum Kim Jong-il meninggal, Korut telah membuat propaganda untuk Jong-un demi mendapatkan dukungan rakyat kepadanya dengan membuat kultus kepribadian untuk dia seperti yang dilakukan untuk ayahnya dan kakeknya, Kim Il-sung, pendiri dan “pemimpin abadi” Korut yang meninggal pada 1994.

Dalam beberapa bulan terakhir, media resmi pemerintah memanggil Jong-un dengan sebutan “jenderal” setelah hanya menggunakan titel resminya—wakil ketua komisi militer Partai Pekerja Korea.

“Langkah terakhir itu mengindikasikan Kim Jong-un secara resmi sudah diajukan sebagai pemimpin kuat seperti ayahnya,” papar analis Sejong Institute Cheong Seong-chang, spesialis masalah suksesi, kepada AFP pada Oktober silam. “Titel seperti itu biasanya digunakan secara internal tapi sekarang Korut tampaknya meningkatkan imej Jong-un sebagai pemimpin militer.”

Suksesi itu tak banyak diketahui pihak luar. Bulan lalu, pejabat top urusan lintas perbatasan Korsel memaparkan akan ada tantangan dalam transfer kekuasaan kepada Jong-un.

Adik tunggal Kim Jong-il, Kim Kyong-hui dan suaminya Jang Song-thaek, pemimpin nomor dua tak resmi Korut, diperkirakan bakal bertindak sebagai pelindung Jong-un dan menjadi pendorong politik anak muda itu.

Dalam sebuah buku biografi, Kenji Fujimoto, mantan koki sushi Kim Jong-il, menyebut Jong-un sebagai “kembaran sang ayah, baik tubuh, bentuk badan sampai kepribadiannya.” Tak banyak yang diketahui mengenai karakternya tapi para pakar yakin dia punya sifat yang sama dengan ayahnya.

Dalam wawancaranya dengan CNN pada 2010, Joao Micaelo, mantan teman sebangku Jong-un semasa sekolah di SMA Liebefeld School di Swiss dari 1998-2001, menggambarkan pewaris takhta Korut itu sebagai sosok pendiam dam penyuka basket.

Diperkenalkan dengan nama Pak Un, Jong-un dan Micaelo kemudian jadi teman akrab dan saling mengenal satu sama lain. Semuanya berjalan seperti biasa. “Bagi saya, dia orangnya biasa saja,” tutur Micelo.

Micaelo mengingat Pak Un sangat tertarik pada olah raga, film dan komputer. “Dia kompetitif di olahraga. Dia tidak suka kalah, seperti kitalah. Buat dia, basket adalah segalanya,” kenangnya. “Dia main basket, dia punya semua games basket di PlayStation. Pokoknya, dunianya hanyalah basket.”

Seingat Micaelo, orang Korut itu, yang cukup lumayan bahasa Jermannya itu, bukan anak yang ramah. “Dia sangat pendiam dan tidak bicara pada siapa pun. Mungkin, karena sebagian orang tidak mau menghabiskan waktu memahami kata-katanya,” ujar Micaelo. “Dan, dia juga bukan tipe orang yang mau menemui orang lain dan menyapa. Dia selalu pendiam.”

Selama sekolah, Pak Un tidak pernah pergi ke pesta atau disko. Meski begitu, sebagaimana layaknya remaja, sesekali dia pun ngobrol tentang cewek dengan teman sebangkunya itu. Micaelo mengaku berapa kali pergi ke rumah temannya itu, dan bertemu beberapa orang yang dia kira adalah orang tua Pak Un.

“Jong-un dikenal punya potensi menjadi pemimpin yang kuat, kejam. Dia punya kepribadian memimpin,” papar Cheong dari Sejong Institute. “Hasilnya, pada musim panas 2010, Kim Jong-un mulai menebar pengaruh, kecuali dalam urusan luar negeri, dalam urusan negara di level yang sama dengan Kim Jong-il.”

Tahun lalu, kepala mata-mata Korsel Won Sei-hoon memaparkan, kesehatan buruk Kim Jong-il membuatnya mempercepat persiapan untuk transfer kekuasaan, dengan sang putra memerankan peranan lebih besar dalam putusan kebijakan dan mendampinginya dalam lawatan.

Sebelumnya, beberapa pakar melihat putra kedua Kim Jong-il, Kim Jong-chol, sebagai pewaris takhtanya. Tapi, Kim Jong-il menganggap Jong-chol terlalu fenimin dan tidak pantas menjadi pemimpin. Sedangkan putra sulungnya, Kim Jong-nam, tak mendapat tempat setelah dideportasi dari Jepang pada 2001 karena mencoba masuk negara itu dengan paspor palsu saat akan mengunjungi Tokyo Disneyland.

Jong-un lahir dari istri ketiga Kim Jong-il, penari Korea kelahiran Jepang Ko Yong-hi, yang diyakini meninggal karena kanker payudara pada 2004.

Photo Courtesy: AFP/KCNA via KNS/FILES
This article is published on Tuesday, December 20, 2011

*Note: I thought I’ve written the same article thousand times from thousand sources and the conclusion is that Jong-un is really a mystery guy. Geez, I think I need another “enlightening” source who can say that he’s not that enigmatic guy …😀

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s