Article: Kim Jong-il, Pria Tanpa Tanding yang Kerap Dicemooh

KIM Jong-il, pemimpin Korea Utara (Korut) yang dipandang sebagai diktator relusif, akan dikenang sebagai seseorang yang menyebabkan rakyatnya menderita kelaparan karena ambisinya untuk memiliki senjata nuklir.

Kim meninggal pada Sabtu (17/12) lalu ketika sedang berada di kereta api dalam perjalanan dari lawatan. Sebelumnya, dia dikabarkan mengalami stroke pada Agustus 2008. Dia adalah kepala negara tanpa tanding. Pria berusia 69 tahun itu digambarkan sebagai dalang kriminal di balik pemboman maut, jamuan makan malam yang menyenangkan dan badut komik di film Hollywood.

Dikenal sebagai Dear Leader oleh rakyat Korut, Kim Jong-il, putra pendiri Korut Kim Il-sung, tetap menjadi sosok yang tak terlalu dikenal. Semua tentang dirinya adalah perkiraan, dari tanggal dan tempat lahirnya yang benar sampai kemunculannya di tumpuk kuasa negara itu.

Warga Korut hanya mendengarnya sebagai “pemimpin yang tiada bandingnya” dan “pengganti hebat revolusi.” Tentu saja, dia mewarisi apa yang menjadi kultus personal di dunia Komunis. Foto besarnya tergantung di sebelah foto ayahnya, di tiap rumah warga dan gedung di Korut. Menara, spanduk dan bahkan batu di seluruh negara itu punya slogan yang memujinya.

Kim adalah sumber yang mempesona Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA, yang mewawancarai kekasihnya, berusaha menelusuri keberadaannya dan menganalisa motifnya. Dan, dia adalah objek parody budaya Amerika dan film Hollywood.

Pendek dan bulat, dia menggunakan sepatu peninggi badan, kacamata besar dan tatanan rambut yang aneh—stereotipe diktator aneh pasca-Perang Dingin dalam film Hollywood. Kim juga suka film. Dia bahkan mengatur penculikan seorang aktris dan sutradara, keduanya adalah warga Korea Selatan (Korsel), sebagai usaha membangun industri film domestik. Dia disebut menyimpan perpustakaan film pribadi yang berisi sekitar 20.000 film asing, termasuk serial komplit James Bond, yang menjadi favoritnya. Tapi, dia jarang melihat dunia luar, aman dari jendela-jendela kereta mewahnya, yang beberapa kali membawanya ke China.

Kim Jong-il adalah sosok yang dicemooh dan dikecam. Ketika berkuasa, Presiden AS George W Bush menyebutnya “orang kerdil”, penguasa “pos terdepan tirani” dan memasukkan negaranya ke kelompok “sumbu iblis”. Buku anak-anak di Korsel menggambarkan dia sebagai setan merah dengan tanduk dan taring panjang. Tapi, mereka yang bertemu langsung dengan dia justru punya pengalaman berbeda. Kim digambarkan sebagai pria dengan sifat serius dan punya wawasan luas di luar negara yang dia kendalikan.

“Dia orang yang sangat blak-blakan,” ujar Roh Moo-hyun, presiden Korsel yang bertemu Kim di Pyongyang pada 2007, setelah pertemuan itu. “Dia orang yang paling fleksibel di Korut.”

Pada 2008, Wendy Sherman, yang sekarang adalah pejabat nomor 3 di Departemen Luar Negeri AS, yang menjabat sebagai penasihat di bawah Menteri Luar Negeri Madeline Albright dan menemaninya ke Korut pada 2000, memaparkan,”Dia cerdas, nyambung, berwawasan, percaya diri.”

Albright bertemu Kim pada Oktober 2000 dalam apa yang menjadi sebuah usaha sia-sia untuk membuat kesepakatan dengan Korut untuk membatasi program rudal sebelum Presiden Bill Clinton lengser. “Tak bisa dipungkiri negara diktator yang dia kuasai,” ujar Sherman, dikutip New York Times. “Tak bisa dipungkiri tak ada kebebasan. Tapi, saat itu, banyak pertanyaan di AS apakah dia benar-benar berkuasa dan kami pergi tanpa keraguan soal itu.”

Kim Jong-il memiliki sejumlah posisi di Korut, tapi presiden bukanlah salah satunya. Kim Il-sung telah diberikan titel presiden seumur hidup. Sementara, pos berkuasa Kim Jong-il termasuk ketua Komisi Pertahanan Nasional, pusat kekuasaan sebenarnya di Korut dan Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata Rakyat Korea.

Kim Jong-il mulai bergabung dalam kepemimpinan Korut setelah lulus kuliah. Dia bergabung dengan Partai Pekerja Korea pada 1964 dan segera naik ke level tertinggi. Pada 1973, dia adalah sekretaris partai dan setahun kemudian, ayahnya mengangkatnya sebagai penggantinya.

Kim akhirnya meningkatkan kekuasaannya dalam urusan dalam negeri tahun-tahun berikutnya dan kontrolnya terhadap partai berkuasa terus meningkat ketika diberi posisi senior di Politburo dan Komisi Militer pada 1980.

Kim diperkirakan memerintahkan pemboman Myanmar pada 1983 yang menewaskan 17 pejabat senior Korsel dan pemboman sebuah pesawat Korean Air yang menewaskan 115 orang pada 1987.

Kim juga dikenal playboy dan pemabuk. Dia menikmati penari-penari Rusia, memiliki tempat penyimpanan anggur yang berisi lebih dari 10.000 botol, lobster serta cognac. Sementara mesin propaganda Kim menggambarkannya sebagai pilot jet tempur, menulis opera, punya memori fotografis, membuat film dan mampu melakukan 11 holes-in-one dalam sebuah permainan golf yang tak pernah dia mainkan sebelumnya.

Meskipun memimpin negara yang kelaparan dan bangkrut, Kim Jong-il memainkan satu kartunya, program senjata nuklirnya. Pada 2002, Pyongyang mengaku berusaha membuat senjata nuklir yang membuat negara itu melanggar kesepakatan 1994 yang membekukan ambisi atomnya dengan Washington. Hingga saat ini, masalah nuklir itu masih berlarut dan berbagai macam negosiasi belum memberikan hasil.

Photo Courtesy: AFP/RIA NOVOSTI/KREMLIN POOL/DMITRY ASTAKHOV
This article is published on Tuesday, December 20, 2011

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s