News: Tabrak Petani, Mahasiswa Divonis Mati

BEIJING – Gara-gara tak mau menanggung tanggung jawab besar atas perbuatannya menabrak seorang wanita, Yao Jianxin harus menerima ganjaran yang tak disangkanya. Pengadilan Xian menjatuhkan vonis mati pada mahasiswa asal China itu karena perbuatannya tersebut.

Dalam sidang, Yao mengaku telah menabrak wanita itu, Zhang Miao. Bukannya menolong korban, Yao malah membunuh Zhang karena khawatir perempuan petani itu akan sulit dihadapi setelah kecelakaan tersebut.

Xinhua melaporkan, kejadian itu berawal ketika mobil yang dikendarai Yao menabrak Zhang, seorang pekerja paruh waktu di sebuah kafetaria dan ibu seorang putra berusia dua tahun, ketika wanita itu sedang mengendarai sepedanya pada 20 Oktober. Wanita berusia 26 tahun itu sebenarnya hanya mengalami luka kecil. Tapi, bukannya menolong, Yao, 21, malah menikamnya sebanyak delapan kali dengan pisau karena Zhang melihat nomor polisi mobilnya. Setelah membunuh korban, mahasiswa Xian Conservatory Music itu kabur dari lokasi, namun dia kemudian berhasil ditangkap.

Kejahatan yang dilakukan Yao itu lantas memicu debat sosial atas generasi orang kaya kedua, keompok pemuda yang menuntut hak istimewa tapi kurang bermoral. Sebelum insiden itu terjadi, seorang pria berusia 23 tahun, Li Qiming, juga divonis enam tahun penjara pada Januari lalu setelah berusaha menggunakan kedudukan ayahnya sebagai polisi senior agar bisa lolos dari kecelakaan akibat mengemudi sambil mabuk.

Setelah menabrak dua wanita di kampus di kawasan Utara, dengan satu orang di antaranya tewas, Li berteriak,”Ayaku Li Gang!” Dia lantas menantang orang-orang di sekitar lokasi kejadian yang berusaha mencegahnya kabur dari lokasi kejadian.

Dalam putusannya terhadap Yao, pengadilan menyebut tindakan pemuda itu sangat tercela dan amat kejam dan layak dijatuhi vonis mati meksipun dia mengaku dan menyatakan penyesalan atas tindakannya itu. Selain divonis mati, Yao juga diperintahkan memberikan kompensasi kepada keluarga Zhang sebesar 45.000 yuan (Rp59,6 juta). Pengadilan tidak bersedia memberikan komentar saat dikontak AFP.

Reaksi terhadap vonis Yao itu bermacam-macam. Dalam beberapa posting di Internet, banyak yang menyatakan, nyawa mahasiswa itu seharusnya diselamatkan, namun, yang lain sepakat bahwa Yao layak dijatuhi vonis mati.

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s