Article: Gagarin dan 63 Buah Sosis

Satu hal terakhir yang dilakukan Yuri Gagarin sebelum melesat ke antariksa 50 tahun lalu adalah memastikan bahwa dia punya cukup sosis dalam perjalanan pulang ke Moskow. Permintaan ini ada di antara lebih dari 700 halaman bahan arsip terkait perjalanan historis sebagai orang pertama yang berada di antariksa.

Memang tak banyak yang mengetahui percakapan Gagarin yang sedang terbelit di kapsulnya dengan kepala desainer roket Sergei Korolyov—pria yang mendapatkan status legenda di Rusia. Gagarin paling diingat meneriakkan kata “Poyekhali!” atau “Let’s go” atau “Ayo berangkat!” saat pesawat Vostok-1 yang dia tumpangi terangkat dari landasannya.

Salah satu kekhawatiran terbesar bagi Korolyov adalah calon pahlawan itu tidak punya  cukup makanan saat dia mendarat di Bumi. “Kalau bingung, ada makan malam, makan besar dan sarapan,” ujar ayah program roket Soviet itu kepada Gagarin lewat radio saat jam terus berdetik menuju waktu peluncuran.

“Baiklah,” jawab Gagarin dalam komentar yang diposting di situs lifenews.ru.

“Ada sosis, permen dan selai juga teh,” ujar Korolyov, dikutip AFP. “Ada 63 sosis—kamu bisa gemuk! Kalau kamu pulang nanti, makan semuanya.”

Gagarin lalu membalas dengan nada bercanda,”Yang penting ada sosis—dan minuman keras.”

Korolyov tampaknya memikirkan serius kelakar Gagarin itu. “Sialan. Benda ini merekam semuanya, sialan,” ujar ilmuwan itu merujuk pada perekam.

Lifenews.ru menambahkan bahwa Gagarin tampak menyanyi dan bersiul-siul saat kontrol misi terus melakukan sejumlah pemeriksaan detik-detik akhir menjelang peluncuran. Tapi, tak semuanya berjalan mulus.

Pada satu kali, Gagarin diberi tahu untuk mencopot beberapa plester dan memperbaiki sejumlah perlengkapan karena para teknisi lupa memplesternya.

Dia lantas diberi tahu kalau palka akses akan diperbaiki karena salah satu kontak gagal menyala di panel kontrol misi. Gagarin tampaknya sigap dan mulai melaporkan apa pun yang dia lihat begitu pesawatnya terangkat ke antariksa dengan gembira.

Salah satu ketakutan terbesar para ilmuwan Soviet saat itu adalah kosmonot mereka kehilangan kesadaran begitu dia kehilangan bobot. “Sensasi hilang bobot itu menyenangkan,” lapor Gagarin ke kontrol darat. “Semuanya berenang.”

Menjelang penerbangan itu, Gagarin menulis sepucuk surat untuk istrinya, Valentina. Tampaknya, pria ganteng itu mengkhawatirkan dirinya tak bakal kembali dengan selamat dalam penerbangan itu. Isi surat itu adalah meminta istrinya agar merawat putrinya bukan sebagai putri kecil, tapi sebagai orang biasa dan mengikhlaskan sang istri menikah lagi kalau misinya itu gagal dan dia tewas.

“Surat ini tampaknya adalah surat wasiat. Tapi saya kira tak begitu dan saya harap kamu akan membaca surat ini dan saya akan malu sekali dengan kelemahan ini,” ujar Gagarin dalam suratnya. Surat itu tidak langsung diberikan kepada Valentina. Surat itu baru sampai ke tangan wanita itu setelah Gagarin tewas dalam latihan jet. Jet yang dia tumpangi bermanuver terlalu tajam untuk menghindari balon cuaca. Akibatnya, pesawat itu jatuh di sebuah wilayah di luar Moskow dan menewaskan Gagarin dan instrukturnya, Vladimir Seryogin.

Mantan pekerja antariksa Soviet juga mengenang bagaimana semua yang terlibat dalam penerbangan itu dipaksa untuk berbohong selama bertahun-tahun untuk menuturkan bahwa Gagarin mendarat dengan kapsulnya, bukan dengan parasut, yang mana merupakan kenyataan yang diketahui sekarang. Kebohongan itu dilakukan karena Soviet khawatir peluncuran itu tidak akan dianggap valid oleh organisasi internasional yang mengawasi penerbangan antariksa.

Misi Gagarin itu membuat semua ilmuwan yang berada di kontrol darat menahan nafas. Tapi, laporan Gagarin dari orbit meredam ketegangan di ruang kontrol itu. Dan setelah melesat, ilmuwan tahu adanya malfungsi antena menyebabkan Vostok-1 terbang lebih tinggi dan menghadapi risiko di orbit.

Dalam proses re-entry, kesalahan pada retrorocket menyebabkan pesawat itu berputar dan kapsul pendaratan memperlambat pelepasan modul layanan. Ilmuwan harus menahan nafas saat mereka kehilangan kontak dengan pesawat saat terjadi proses re-entry itu.

Gagarin berhasil melontarkan diri. Dia lantas terjun dengan parasut dan turun di sebuah ladang di dekat Sungai Volga sekitar 450 mil tenggara Moskow. Saat mendarat, seorang wanita dan cucunya lari setelah melihat seorang pria aneh berpakaian oranye dan helm putih. Pria itu adalah Gagarin.

Printed version available on Tuesday, April 12, 2011
Photo courtesy: RIA-Novosti

 

 

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s