Article: Elizabeth Taylor (Part 2)

ELIZABETH Taylor memang telah pergi untuk selamanya. Tapi, tetap saja tidak ada orang yang akan meragukan kemampuan aktingnya sampai kapan pun. Dan tak seorangpun yang membantah bahwa Liz—begitu dia biasa disapa—adalah salah satu wanita tercantik yang pernah ada di muka bumi ini.

Meskipun demikian, kehidupan pribadinya telah membayang-bayangi karir cemerlangnya itu. Semua hal yang berbau Liz telah menjadi konsumsi publik dan orang senantiasa menanti kabar skandal yang melibatkan aktris yang dua kali menggondol Oscar ini.

Salah satu skandal terbesar dalam kehidupannya adalah asmara. Liz tercatat telah delapan kali menikah dengan tujuh pria selama kehidupannya.

Skandal cinta pertamanya dimulai ketika dia menikahi pewaris hotel Hilton, Nicky Hilton Jr. yang merupakan pernikahan pertamanya. Sayangnya pernikahan itu hanya berumur 8 bulan,  keduanya bercerai. Setelah lepas dari pelukan Hilton, Liz melanjutkan petualangan cintanya di pelukan Michael Wilding.

Dari pernikahan keduanya ini, Liz punya dua putra, yaitu Michael Howard Wilding dan Christopher Edward Wilding. Namun, setelah lima tahun mengaruhi bahtera rumah tangga, Liz dan Wilding pun bercerai.

Dua kali bercerai, Liz tidak kapok untuk kembali bercinta. Dia menemukan kembali tambatan hatinya setelah bertemu dengan Mike Todd. Keduanya menikah hanya selang sepekan setelah Liz bercerai dengan Wilding.

Kabar menyebutkan Liz menemukan kebahagiannya saat berada di sisi Todd. Keduanya memiliki satu orang putri yang diberi nama Elizabeth Frances Todd atau biasa dipanggil Liza.

Namun, nasib adalah kekuasaan Tuhan. Meskipun mengaku sangat bahagia dengan Todd, Liz tak bisa melawan kehendak-Nya. Pada 22 Maret 1958, Todd tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang.

Liz yang merasa kehilangan itu mengaku sulit untuk mendapatkan gantinya. Dia sempat menjanda selama kurang lebih setahun sebelum memutuskan untuk menikahi penyanyi Eddie Fisher.

Pernikahan keempatnya itu mengundang cibiran karena Liz dituduh telah merebut suami orang. Ketika Liz dan Fisher memulai hubungan mereka, Fisher masih berstatus menikah dengan Debbie Reynolds. Fisher rela meninggalkan Reynolds demi Liz.

“Kalian mau aku bagaimana? Tidur sendirian?” sergah Liz kala ditanya soal hubungannya dengan Fisher itu.

Keduanya akhirnya menikah. Namun, pernikahan itu lagi-lagi tidak langgeng. Setelah lima tahun, Liz memutuskan menceraikan Fisher karena jatuh cinta pada Richard Burton yang menjadi lawan mainnya di Cleopatra (1963).

Skandal cinta Liz-Burton menghiasi berbagai headlines media kala itu. Sebab, baik Liz maupun Burton masih punya hubungan dengan orang lain saat memulai hubungan asmara mereka itu.

Namun, bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu, Liz dan Burton tak mempedulikan apa kata orang dan meneruskan hubungan mereka itu dan menikah pada 15 Maret 1964.

Pernikahan itu disebut sebagai pernikahan orang paling terkenal di dunia. Keduanya kemudian mulai bekerjasama di layar lebar. Walaupun tidak banyak film yang mereka berdua bintangi meledak di pasaran.

Ternyata, waktu 10 tahun cukup bagi Liz untuk berbagi hidupnya dengan Burton. Pada 1974, keduanya pun bercerai. Tetapi, tampaknya bagi Liz dan Burton, rasa cinta belum benar-benar punah dari dasar lubuk hati mereka. Buktinya, pada 10 Oktober 1975, mereka menikah lagi. Meskipun hanya bertahan sembilan bulan.

Meskipun sudah enam kali menikah dan terus-terusan kandas, Liz tidak mau menghentikan petualangan cintanya. Puas berbagi kasih dengan pria-pria kalangan selebritis, Liz mencoba peruntungannya dengan menikahi seorang politikus, yaitu Senator Republikan asal Virginia John Warner. Dengan pernikahan itu, Liz berhasil mendapatkan “green card” dan tetap memiliki paspor Inggrisnya. Tetapi lagi-lagi pernikahan itu tidak bertahan lama. Setelah enam tahun bersama,  pasangan itu pun bubar jalan.

Setelah hubungannya dengan Warner berakhir pada 1982, Liz beberapa kali sempat menjalin hubungan dengan sejumlah pria. Namun, hubungan itu tidak sampai berakhir di pernikahan sampai akhirnya dia bertemu dengan Larry Fortensky, seorang alkoholik dan operator peralatan konstruksi.

Liz bertemu dengan Fortensky ketika pria itu sedang menjalani program rehabilitasi ketergantungan alkohol di Betty Ford Clinic pada 1987. Sejak perkenalan dan pertemuan pertama, keduanya akhirnya saling jatuh cinta.

Meskipun Fortensky 20 tahun lebih muda, Liz nekat menikahi pria itu pada 6 Oktober 1991. Resepsi pernikahannya digelar di peternakan “Neverland” milik Michael Jackson di Santa Ynez, California. Namun, pernikahan itu pun tak berlangsung lama. Pada 1996, keduanya bercerai.

Dengan delapan kali menikah itu, Liz tampaknya sudah kapok untuk menikah lagi ke sembilan kalinya. Dalam sebuah wawancara, Liz mengungkapkan bahwa selama menikah, dia tidak pernah berpura-pura menjadi seorang istri biasa. Dia ingin terlihat sebagai dirinya sendiri. Hal itu pula yang membuatnya berpikir ulang untuk mencari pendamping hidup saat ini. “Menikah lagi? Kamu bercanda ya?” selorohnya.

Seiring waktu yang terus berlalu, Liz menemukan dirinya dalam kesendirian. Namun, dia mengaku tetap bahagia karena punya banyak teman baik. Salah satunya adalah Michael Jackson.

“Dia adalah bagian dari hatiku. Kami akan saling bantu,” ungkap Liz soal hubungannya dengan Jackson yang sering disebut media sebagai hubungan “Wendy-Peter Pan” itu.

Liz adalah orang pertama yang berdiri membantu Jackson ketika King of Pop itu didera banyak skandal yang melibatkan pelecehan anak-anak. Liz juga tidak pernah mau mendengar ada orang yang menjelek-jelekkan Jackson.

“Dia adalah keajaiban. Dan saya rasa semua orang yang penuh keajaiban harus memiliki keeksentrikan seperti dia. Michael adalah orang paling normal yang pernah saya temui,” tuturnya.

Sama seperti Jackson, Liz menghabiskan waktunya untuk mengikuti berbagai kegiatan amal terkait dengan pembasmian HIV/AIDS. Aktivitasnya itu diawali ketika salah satu sahabat dekatnya Rock Hudson tewas akibat penyakit mematikan itu.

Liz membantu pendirian American Foundation for AIDS Research (AmFAR), berkampanye sebagai wakil pasien AIDS dan mengkritik kurangnya dana pemerintah dalam memerangi penyakit itu. Liz juga mendirikan yayasan anti AIDS-nya sendiri yang diberi nama Elizabeth Taylor Foundation for AIDS pada 1993.

Namun, kala itu, sinar terang bintang Liz sudah mulai meredup. Karirnya sebagai aktris pelan-pelan sudah turun pamornya seiring dengan munculnya bintang-bintang muda berbakat lainnya. Liz kemudian terbelit masalah dengan obat-obatan dan alkohol, berat badan yang turun naik, masalah dengan kawan dekat dan lain sebagainya.

Bagaimana pun juga, Liz sudah mereguk berbagai kesuksesan di dalam hidupnya. Baginya, sudah saatnya untuk menikmati sisa hidupnya dengan melakukan berbagai kegiatan sosial kini. Pun, Liz tak pernah menganggap kesuksesan sebagai ambisi terbesar dalam hidupnya. “Sukses adalah deodorant hebat. Karena mampu membuang jauh-jauh bau masa lalumu,” cetusnya.

Photo Courtesy: AFP PHOTO/Matt CAMPBELL/FILES

 

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s