Article: Khadafi, Satu Nama Ratusan Eja

MENERJEMAHKAN tulisan Arab ke tulisan bahasa Inggris atau latin sering kali menjadi masalah. Menjadi lebih buruk lagi jika ternyata tulisan itu dibuat dengan dialek Arab. Dan, kedua fakta ini menjadi masalah sempurna untuk menulis nama pemimpin Libya dalam huruf latin.

Karena kurangnya standarisasi dalam menerjemahkan tulisan dan pengucapan bahasa Arab, nama Kolonel Muammar Khadafi ditransliterasikan dalam banyak cara dalam bahasa Inggris dan bahasa Latin lain yang menggunakan alfabet. Meskipun pengejaan huruf Arab tidak berubah, pengucapannya sangat bermacam. Inilah yang menyebabkan perbedaan penulisan dalam huruf latin.

Dalam literatur Arab, nama Khadafi diucapkan mu’ammarulqadzdzafi (lafaz Arab). Apostrof [‘] mewakili pelafalan huruf hijaiyah ain—yang sering diucapkan [ng]—yang tidak ada dalam bahasa Inggris. Konsonan ini kemudian bisa disederhanakan. Dalam bahasa lisan Arab Libya, suara [q] yang berasal dari huruf qaf bisa digantikan dengan [g] atau [k], sedangkan dzal—yang dilafalkan sama dengan pengucapan [th] dalam bahasa Inggris—bisa digantikan dengan d atau t. Sementara huruf vocal [u] beralternasi dengan [o] dalam pengucapan Arab. Maka, nama Muammar biasa diucapkan Moamar dan seringkali artikel al dihilangkan.

Karena perbedaan itulah, hingga saat ini tidak ada standar yang sama untuk menuliskan nama Khadafi. Apalagi, pemimpin Libya itu memmberikan perbedaan latar belakang kehidupannya hingga penulis biografi pun kebingungan untuk menulis latar belakang etnis Pemimpin dan Pemandu Revolusi yang lahir di tengah suku miskin di Libya itu. Terlebih, suku asal Khadafi, Berber atau Corsican memiliki  dialek Arab Libya yang menipu. Ada sejumlah kosa kata dan suara Berber yang pengucapannya berbeda dengan Arab klasik.

Perbedaan itu akhirnya membuat penulisan nama Khadafi tidak seragam dan memunculkan banyak variasi. Pada 2004, koran London Evening Standard menuliskan setidaknya ada 37 ejaan nama Khadafi. Sementara, dalam Library of Congress mencatat setidaknya ada 72 ejaan untuk nama Khadafi. Sebuah blog di ABC News bahkan menuliskan ada setidaknya 112 cara untuk mengeja nama Muammar Khadafi berdasarkan pada daftar dari Library of Congress dan juga dari kantor berita asing.

Di Indonesia, nama pemimpin Libya ini sering dituliskan dengan ejaan Muammar Khadafi, meski ada pula yang menulisnya sebagai Muammar Qaddafi. Sementara, majalah TIME, BBC, sebagian besar media Inggris dan layanan bahasa Inggris stasiun televisi Pan Arab Al Jazeera menggunakan ejaan Muammar Gaddafi untuk menyebut pemimpin yang telah 41 tahun berkuasa itu. Sementara, CNN dan Fox News menggunakan Moammar Gadhafi. Edinburgh Middle East Report menggunakan Mu’ammar Qaddafi dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menggunakan Mu’ammar Al-Qadhafi. Kantor berita China Xinhua menggunakan Muammar Khaddafi dalam laporan bahasa Inggrisnya. Xinhua juga mendaftar sedikitnya ada 40 cara untuk menuliskan namanya.

Bagaimanapun perbedaan cara pengejaannya, pria yang secara resmi bertitel Pemandu Revolusi Besar Satu September Rakyat Sosialis Jamahiriya Arab Libya itu adalah kepala negara yang memiliki masa jabatan terlama ketiga setelah Raja Thailand dan Ratu Inggris. Jadi masalah ini bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan, kebingungan menulis ejaan nama Khadafi itu pernah menbjadi subjek segmen Weekend Update tayangan Saturday Night Live’s pada awal 1980an. Pada 1986, Khadafi dilaporkan merespons surat sebauh sekolah di Minnesota dalam bahasa Inggris dengan menggunakan ejaan Moammar El-Gadhafi. Sementara judul laman algathafi.org tertulis Selamat datang ke situs resmi Muammar Al Gathafi.

Walaupun banyak versi penulisan namanya dalam huruf latin, namun, Khadafi tak pernah terdengar melakukan protes. Kondisi ini berbeda sekali dengan apa yang terjadi Korea Utara (Korut). Pemimpin negara komunis itu, Kim Jong-il pernah memvonis seorang wartawan untuk melakukan kerja paksa selama enam bulan karena mengabaikan menulis silabus akhir nama Sang Dear Leader itu.

Di era digital seperti sekarang, ejaan nama kepala negara Libya itu sering menyebabkan sakit kepala bagi organisasi berita. Jika Anda cari kata “Gaddafi” di Google, maka Anda akan mendapatkan daftar yang berbeda dalam hasil pencarian Anda ketimbang Anda mencarinya dengan ejaan Qaddafi, yang berbeda lagi hasilnya dari usaha Anda menuliskan Gadhafi di situs pencari itu. Tak percaya? Coba saja.

Printed version available on Sunday, February 21st, 2011
Photo Courtesy: AFP/FETHI BELAID

About alvinpirlo

I am everything as I am
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s